Kamis, 26 Maret 2015

Conditional Sentence tipe 0, 1, 2, 3

Pengertian Conditional Sentence

Conditional sentence adalah complex sentence (kalimat majemuk) yang dibentuk dari subordinate clause yang diawali dengansubordinate conjunction if berupa condition (syarat) dan main clause berupa result/consequence(hasil).

Rumus Conditional Sentence
Rumus Umum
Secara umum, rumus kalimat pengandaian ini adalah sebagai berikut.
if + condition, result/consequence

atau tanpa tanda baca koma:

result/consequence + if + condition

Rumus Conditional Sentence berbagai tipe
Type
Rumus Conditional Sentence
0
if + simple present, simple present
1
if + simple present, will + bare infinitive
2
if + simple past, would/could/might + bare infinitive
3
if + past perfect, would/should/could/might have + past participle

Contoh Conditional Sentence
Berikut contoh conditional sentence pada berbagai tipe sesuai dengan rumus di atas.
Type
Contoh Conditional Sentence
0
If i feel boring, i play guitar.
(Jika saya merasa bosan, saya memainkan gitar.)
1
If I sleep late, I will late go to school.
(Jika saya tidur larut, saya akan terlambat pergi ke sekolah.)
2
If i went to school tomorrow, I would go to school by car.
(Jika saya besok pergi ke sekolah, saya akan pergi menggunakan mobil.)
3
if i have study hard, i will pass the exam.
(jika saya belajar keras, saya akan lulus ujian.)





Sabtu, 20 Desember 2014

Mitos Bisnis Amoral



Mitos Bisnis Amoral 

Mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungan sama sekali Etika justru bertentangan dengan bisnis dan akan membuat pelaku bisnis kalah dalam persaingan bisnis yang ketat Orang bisnis tidak perlu memperhatikan imbauan-imbauan, norma-norma dan nilai moral.

Argumen:

-   Bisnis adalah suatu persaingan, sehingga pelaku bisnis harus berusaha dengan segala cara dan upaya untuk bisa menang
-   Aturan yang dipakai dalam permainan penuh persaingan, berbeda dari aturan yang  dikenal dalam kehidupan sosial sehingga tidak bisa dinilai dengan aturan moral dan sosial
-   Orang bisnis yang mau mematuhi aturan moral atau etika  akan berada pada posisi yang tidak menguntungkan 

Mitos bisnis amoral tidak sepenuhnya benar 

-   Beberapa perusahaan ternyata bisa berhasil  karena memegang teguh kode etis dan komitmen moral tertentu
-   Bisnis adalah bagian aktivitas yang penting dari masyarakat, sehingga norma atau nilai yang dianggap baik dan berlaku di masyarakat ikut dibawa serta dalam kegiatan bisnis
-   Harus dibedakan antara legalitas dan moralitas
Suatu praktek atau kegiatan bisnis mungkin saja diterima secara legal karena ada dasar hukum, tetapi tidak diterima secara moral (monopoli?)

Etika harus dibedakan dari ilmu empiris
Etika tidak mendasarkan norma atau prinsipnya pada kenyataan faktual yang terus berulang. 
Menurut Hume :dari kenyataan yang ada (is) tidak bisa ditarik sebuah perintah normatif (ought)
contoh : sogok, suap,kolusi, monopoli,nepotisme
Berbagai aksi protes yang mengecam berbagai pelanggaran dalam kegiatan bisnis menunjukkan bahwa bisnis harus dijalankan secara baik dan tetap mengindahkan norma-norma moral 

Keutamaan Etika bisnis
1. Dalam bisnis modern, para pelaku bisnis dituntut untuk menjadi orang-orang profesional di bidangnya
Perusahaan yang unggul bukan hanya memiliki kinerja dalam bisnis,manajerial dan finansial yang baik akan tetapi juga kinerja etis dan etos bisnis yang baik
2. Dalam persaingan bisnis yang sangat ketat,maka konsumen benar-benar raja
Kepercayaan konsumen dijaga dengan memperlihatkan citra bisnis yang baik dan etis
3. Dalam sistem pasar terbuka dengan peran pemerintah yang menjamin kepentingan dan hak bagi semua pihak, maka perusahaan harus menjalankan bisnisnya dengan baik dan etis
4. Perusahaan modern sangat menyadari bahwa karyawan bukanlah tenaga yang harus dieksploitasi demi mendapat keuntungan 

                Kenneth Blanchard dan Norman Vincent Peale: “perlakuan yang baik terhadap karyawan telah menaikkan keuntungan perusahaan sebesar 20% atau telah menurunkan harga produk perusahaan tersebut sebesar 20%

Sasaran dan Lingkup Etika Bisnis
1.            Etika bisnis bertujuan untuk menghimbau pelaku bisnis agar menjalankan bisnisnya secara baik dan etis
  1. Untuk menyadarkan masyarakat khususnya konsumen, buruh atau karyawan dan masyarakat luas akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh praktek bisnis siapapun juga
3. Etika bisnis juga berbicara mengenai sistem ekonomi yang sangat menentukan etis    tidaknya suatu praktek bisnis

Prinsip-prinsip Etika Bisnis
  1. Prinsip otonomi
                Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
                Orang yang otonom adalah orang yang bebas mengambil keputusan dan tindakan serta  bertanggung jawab atas keputusan dan tindakannya tersebut
2. Prinsip Kejujuran
-  Kejujuran dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak
-  Kejujuran dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga sebanding
-  Kejujuran dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan 
3. Prinsip Keadilan
                Prinsip keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang  adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggung jawabkan
4.Prinsip Saling Menguntungkan
                Prinsip ini menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
                Dalam bisnis yang kompetitif, prinsip ini menuntut agar persaingan bisnis haruslah melahirkan suatu win-win solution
5.Prinsip Integritas Moral
                Prinsip ini dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan agar dia menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baiknya atau nama baik perusahaan 

Etos Bisnis
                Etos bisnis adalah suatu kebiasaan atau budaya moral menyangkut kegiatan bisnis yang dianut dalam suatu perusahaan dari satu generasi ke generasi yang lain.
                Inti etos ini adalah pembudayaan atau pembiasaan penghayatan akan nilai, norma, atau prinsip moral tertentu yang dianggap sebagai inti kekuatan dari suatu perusahaan yang juga membedakannya dari perusahaan yang lain.
                Etos bisnis dibangun atas  dasar visi atau filsafat bisnis pendiri perusahaan sebagai penghayatan tentang bisnis yang baik

Relativitas Moral dalam Bisnis
                Dalam bisnis global yang tidak mengenal batas negara, etika masyarakat mana yang harus diikuti?
Tiga pandangan umum yang dianut :
 1.     Norma etis berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain.
                ‘’Kalau di Roma, bertindaklah sebagaimana dilakukan orang roma’’( kubu komunitarian )
                Artinya perusahaan harus mengikuti norma dan aturan moral yang berlaku di negara itu 

2.       Norma sendirilah yang paling benar dan tepat
                “Bertindaklah di mana saja sesuai dengan prinsip yang dianut dan berlaku di negaramu sendiri”
                Pandangan ini mewakili kubu moralisme universal, bahwa  pada dasarnya norma dan nilai            moral berlaku universal (prinsip yang dianut sendiri juga berlaku di negara lain)
  1. Tidak ada norma moral yang perlu diikuti sama sekali (De George menyebutnya sebagai  dengan”immoralis naif”)
                Pandangan ini sama sekali tidak benar
-  Pendekatan stakeholder ialah cara mengamati  dan menjelaskan secara analitis bagaimana  berbagai unsur akan dipengaruhi dan juga mempengaruhi keputusan dan tindakan bisnis
-  Memetakan hubungan-hubungan yang terjalin   
-  Pendekatan Stakeholder  dalam kegiatan bisnis pada umumnya  untuk memperlihatkan siapa saja yang mempunyai kepentingan, terkait, dan terlibat dalam bisnis itu            
-  ”Bisnis harus dijalankan sedemikian rupa agar hak dan kepentingan semua pihak terkait yang berkepentingan (stakeholders) dengan suatu kegiatan bisnis harus bisa dijamin, diperhatikan dan dihargai” (disebut tujuan imperatif)
-  Bermuara pada prinsip minimal : menuntut agar bisnis apapun perlu dijalankan secara baik dan etis demi menjamin kepentingan stakeholder    

Kelompok stakeholders:

1.Kelompok primer. Pemilik modal atau saham, kreditor, karyawan, pemasok, konsumen, penyalur dan pesaing atau rekanan. Perusahaan harus menjalin relasi bisnis yang baik dan etis dengan kelompok ini 

2. Kelompok sekunder. Pemerintah setempat, pemerintah asing, kelompok sosial, media massa, kelompok pendukung, masyarakat


KPK Geledah Perusahaan Swasta Terkait Suap Pemilukada Tapteng




Rabu, 17 Desember 2014 - 22:07 wib |
Feri Agus Setyawan - Okezone

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sebuah perusahaan swasta, yakni PT Putra Ali Sentosa, di Jalan Gatot Subroto, Desa Serundik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sekira pukul 11.00 WIB, Rabu (17/12/2014).

Penggeledahan tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi suap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dengan tersangka Raja Bonaran Situmeang.
"Penggeledahan tersebut berkaitan dengan kasus suap pengurusan sengketa Pilkada Tapanuli Tengah dengan tersangka Raja Bonaran Situmeang," kata Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi SP, di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurut Johan, perusahaan yang dimiliki seseorang bernama Adeli diduga terlibat transaksi kasus suap Pilkada Tapteng. 

"Kami menduga, ada dugaan terjadinya transaksi oleh pemilik di kantornya," jelasnya.
Namun, Johan tidak membeberkan secara detail perihal transaksi yang dilakukan pemilik perusahaan tersebut, dan kaitannya dengan Pemilukada Tapteng.

"Demi kepentingan proses penyidikan, saya belum bisa sampaikan detailnya," tandasnya.
Seperti diketahui, Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK mengembangkan kasus suap Pilkada, Akil Mochtar.

Bonaran diduga telah menyuap Akil agar bisa memenangkan sengketa Pilkada Tapteng yang saat itu tengah bergulir di MK, dimana saat Mahfud menjabat sebagai Ketua MK.
Bonaran disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



Sabtu, 25 Oktober 2014

Artikel Ekonomi dan Bisnis

Oktober Bulan Sial Pelaku Pasar?
Minggu, 26 Oktober 2014 - 07:12 wib | Rani Hardjanti – Okezone

JAKARTA - Oktober menjadi bulan paling sial bagi pelaku pasar. Asumsi itu bukan tanpa alasan. Sejarah mencatat, pergerakan saham di bulan kesepuluh ini, para investor banyak yang mengalami kerugian.
Berdasarkan data yang dihimpun Okezone, Minggu (26/10/2014), badai di lantai bursa kerap berhembus di Wall Street pada Oktober. Walhasil, para pelaku pasar pun menjadi ketiban sial akibat kerugian yang ditumbulkan. Berikut uraian badai saham yang terjadi di bulan Oktober.

Oktober 1929
Tahun 1929 adalah tahun yang paling mencekam bagi investor di Amerika Serikat. Saking buruknya situasi, tragedi itu dikenal dengan sebutan Great Depression. Titik kehancuran terjadi pada Kamis 24 Oktober 1929, atau lebih dikenal dengan sebutanBlack Thursday.
Pada saat itu investasi di pasar modal sedang tren. Sehingga banyak orang berbondong-bondong membeli saham tanpa memperhitungkan kemampuan untuk pengembaliannya. Hingga pada suatu saat terjadi kondisi politik yang kurang menguntungan dan berimbas ke pasar saham.

Oktober 1987
Saham kembali diguncang sangat dahsyat. Dow Jones Industrial Average (DJIA) anjlok 508 poin ke posisi 1.738,74 atau 22,61 persen.
Goncangan ini terjadi akibat kegagalan program trading yang menyebabkan goncangan psikologis di market. Walhasil investor berbondong-bondong melakukan aksi jual.

27 Oktober 1997, jatuh 554,26 poin
Kejatuhan pasar di Amerika Serikat merupakan imbas dari krisis di Asia. Bahkan perdagangan saham terpaksa dihentikan sementara dan perdagangan saham dihentikan satu jam lebih cepat untuk menghindari kerugian lebih besar.

2 Oktober 2008, jatuh 514.45 poin

Pelaku pasar gambling menyikapi bailout yang digulikan pemerintah Amerika Serikat sebesar USD700 miliar. Pasalnya, di sisi legislator masih menuai pro dan kontra. Hal itu diperparah dengan bekunya pasar kredit yang tidak mengucurkan kredit, akibat krisis likuditas.

9 Oktober 2008, jatuh 678,91 poin.

Kejatuhan Dow Jones ini disebabkan isu krisis keuangan global. Saham Ford anjlok 21 persen dan saham GM pun terkoreksi 31 persen.
Kekacauan ini tidak hanya terjadi di Amerika saja, namun lintas batas di Jerman, Inggris, Prancis, dan Jepang. Puncaknya pada 15 Oktober, Dow Jones pun tiarap 733,08 poin.
(rhs)